Sistem Pendingin
Panas yang dihasilkan dari proses pembakaran di ruang bakar merupakan energi yang menghasilkan gerak dengan adanya langkah kerja motor. Proses ini menghasilkan panas yang sangat tinggi dan panas ini dipindahkan melalui proses perpindahan panas ke pipa komponen engine. Selama pembakaran, ekspansi, awal pembuangan, dan akhir kompresi maka temperatur gas lebih tinggi daripada temperatur dinding silinder. Agar panas yang terjadi tidak menyebabkan kerja motor terganggu akibat panas berlebihan, diperlukan suatu sistem pendinginan yang mampu meredam kelebihan panas yang akan menyebabkan kerusakan komponen engine.
Secara umum sistem pendinginan berfungsi sebagai berikut:
1. Mencegah terbakarnya lapisan pelumas pada dinding silinder.
2. Meningkatkan efesiensi/daya guna thermis.
3. Mereduksi tegangan-tegangan thermis pada bagian-bagian silinder, torak, cincin torak dan katup-katup.
Bila temperatur minyak pelumas terlalu tinggi maka daya lumas terlalu tinggi maka daya lumas akan menurun, selain itu temperatur ruang bakarnya yang terlalu tinggi akan mempercepat keausan katup buang.
Jika dilihat dari diagram panas sistem pendingin merupakan suatu bentuk kerugian energi lebih dari 32 % energi panas hilang akibat pendingin di mana panas diserap oleh fluida pendingin. Sehingga panas yang terjadi menyebabkan perubahan bentuk komponen akibat memuai. Walaupun pendinginan ini merugikan jika di lihat dari keseimbangan temperatur kerja motor.
Secara umum sistem pendinginan berfungsi sebagai berikut:
1. Mencegah terbakarnya lapisan pelumas pada dinding silinder.
2. Meningkatkan efesiensi/daya guna thermis.
3. Mereduksi tegangan-tegangan thermis pada bagian-bagian silinder, torak, cincin torak dan katup-katup.
Bila temperatur minyak pelumas terlalu tinggi maka daya lumas terlalu tinggi maka daya lumas akan menurun, selain itu temperatur ruang bakarnya yang terlalu tinggi akan mempercepat keausan katup buang.
Jika dilihat dari diagram panas sistem pendingin merupakan suatu bentuk kerugian energi lebih dari 32 % energi panas hilang akibat pendingin di mana panas diserap oleh fluida pendingin. Sehingga panas yang terjadi menyebabkan perubahan bentuk komponen akibat memuai. Walaupun pendinginan ini merugikan jika di lihat dari keseimbangan temperatur kerja motor.
Komentar
Posting Komentar