SISTEM PELUMASAN
Jika dilihat dari diagram keseimbangan panas, menunjukkan tidak sepenuhnya energi termis yang dihasilkan dari proses pembakaran, dapat dijadikan energi efektif. Hanya sekitar 23% panas dapat dimanfaatkan sedangkan sekitar 75% merupakan kerugian (Loss Power) di antaranya:
1. Kerugian panas panas karena pendinginan sebesar 32%.
2. Kerugian panas melalui gas buang.
3. Kerugian panas panas untuk menggerakkan mekanisme mesin sebesar 6%.
4. Kerugian panas karena proses pemompaan oleh torak sebesar 3%.
2. Kerugian panas melalui gas buang.
3. Kerugian panas panas untuk menggerakkan mekanisme mesin sebesar 6%.
4. Kerugian panas karena proses pemompaan oleh torak sebesar 3%.
Dilihat dari segi kehilangan panas merupakan suatu kerugian daya yang akan memperkecil daya suatu motor, akan tetapi jika kehilangan panas sangat kecil terutama proses pendinginan akan mengakibatkan mesin terlalu panas (over heating), tentunya akan merusak komponen-komponen yang akibat terjadi proses pemuaian komponen yang menyebabkan terjadi gesekan. Hal ini juga yang menyebabkan kerugian untuk menggerakkan mesin sebesar 6% terjadi, karena adanya suatu mekanisme transfer energi antar dua komponen atau lebih yang menimbulkan suatu gesekan.
Dalam mengatasi proses gesekan pada komponen mesin dan terjadi panas yang berlebihan pada komponen mutlak diperlukan suatu sistem pelumasan.
Dalam mengatasi proses gesekan pada komponen mesin dan terjadi panas yang berlebihan pada komponen mutlak diperlukan suatu sistem pelumasan.
Komentar
Posting Komentar