Postingan

PENGUAT TENAGA REM (BUSTER REM)

Buster rem berfungsi untuk menambah daya penekanan pedal sehingga pengereman yang besar atau baik dapat dicapai. Buster rem terpasang pada master silinder, akan tetapi ada pula yang terpisah dari master silinder. Komponen utama buster rem ada beberapa bagian, yaitu: 1. Rumah buster 2. Piston buster 3. Diafragma 4. Reaction mechanism 5. Mekanisme katup Prinsip kerja buster rem Apabila pedal rem diinjak, katup terbuka. Karena terjadi perbedaan tekanan, udara menekan diafragma, pus roda menekan piston pada master silinder, selanjutnya minyak rem ditekan untuk diteruskan ke silinder roda, lalu terjadilah pengereman. Dengan adanya buster rem maka penginjakan pedal rem menjadi ringan. Apabila pedal rem dilepas, katup menutup, tekanan buster sebelah kiri sama dengan tekanan buster sebelah kanan, pegas mengembalikan diafragma ke tempat semula.

KOMPONEN SISTEM PENGAPIAN

Bagian-bagian yang penting di dalam sistem pengapian ini adalah: Ignition Koil (koil) ; Kapasitor (kondensator), distributor dan busi. Secara singkat dapat dituliskan di sini fungsi dari komponen-komponen pokok dari sistem pengapian, yakni: a. Baterai untuk memberikan arus. b. Kunci kontak untuk menghubungkan dan memutuskan arus dari baterai ke koil penyalaan. c. Ignition koil (Koil) untuk menghasilkan arus induksi tegangan tinggi yang dialirkan ke busi. d. Pemutus arus (contact breaker) untuk memutuskan dan menghubungkan arus primer dengan cepat. e. Kondensor untuk mencegah timbulnya bunga api pada kontak pemutus arus sewaktu membuka dan mempercepat arus primer menjadi penuh kembali. f. Busi untuk memberikan loncatan bunga ke dalam ruang pembakaran apabila ada arus tegangan tinggi mengalir padanya. g. Poros nok untuk membuka dan menutup kontak pemutus arus. Sistem pengapian dilengkapi untuk mengontrol pembakaran campuran udara bensin dalam ruang bakar, fungsi dari s...

SISTEM PENGAPIAN

Fungsi sistem pengapian di dalam mesin (motor bensin) adalah untuk menghasilkan tegangan yang tinggi untuk mengadakan bunga api di antara elektroda busi sehingga campuran bahan bakar udara dibakar sempurna walaupun kecepatan berubah-ubah. Pada kendaraan umumnya digunakan sistem pengapian dengan baterai, pada kendaraan sepeda motor ada juga yang menggunakan sistem pengapian dengan sistem pengapian maknit. Contact breaker (platina) dibuka dan ditutup oleh breaker cam pada sumbu distributor, ketika contact ditutup arus mengalir melalui tegangan rendah (low tension), kemaknitan timbul di koil penyalaan. Breaker cam selanjutnya berputar sehingga contact breaker terbuka. Arus tegangan tinggi diinduksikan di dalam koil penyalaan dan rotor yang ditempatkan pada breaker cam berputar bersamanya, arus tegangan tinggi diteruskan oleh rotor arm kepada salah satu terminal tutup distributor dan diteruskan ke busi dimana bunga api diproduksi. Setelah itu breaker cam berputar sehingga break...

Sistem Kelistrikan Otomotif

Sistem kelistrikan yang dipasang pada bodi kendaraan mobil dirancanf sedemikian rupa dengan mempertimbangkan hal-hal berikut: 1. Agar kendaraan yang dijalankan berfungsi secara aman tanpa memperhatikan kondisi jalan atau cuaca dan waktu. 2. Agar pengemudi selalu siap siaga ketika terjadi masalah dengan beberapa sistem utama. 3. Memberikan pelayanan yang cukup bagi pengendara dan penumpang. 4. Menunjukkan pada pengemudi bahwa komponen kelistrikan telah berfungsi atau bekerja dengan normal. Rangkaian kelistrikan dasar terdiri dari : a. Pensuplai daya (power supply) yang berfungsi untuk untuk menyediakan energi listrik bagi keperluan kendaraan. b. Peralatan pelindung untuk melindungi rangkaian dari kerusakan yang terjadi. c. Unit kontrol, berguna untuk menyambungkan dan memutuskan pensuplai daya yang menuju atau dari unit kerja. d. Masing-masing unit kerja yang dapat memproduksi panas, cahaya, pergerakan, dan suara. e. Penyalur atau kabel yang berguna untuk menyambungkan tiap ko...

PERALATAN DAN BENGKEL OTOMOTIF

Peralatan bengkel otomotif merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pelaksanaan kerja seorang mekanik. Begitu banyaknya jenis dan ukuran alat, dengan berbagai merek pula, menuntut mekanik untuk menguasai dan mampu menggunakan berbagai peralatan tersebut. Seorang mekanik yang baik harus mampu menggunakan segala peralatan bengkel dengan benar, tanpa melakukan kesalahan dalam bekerja, tidak menyebabkan terjadinya kerusakan pada alat ataupun pada kendaraan yang harus diperbaikinya. Penggunaan alat yang tidak sesuai, ataupun pemaksaan penggunaan peralatan yang seharusnya sudah tidak dipakai lagi karena sudah rusak, justru dapat menyebabkan kecelakaan kerja yang dapa mengancam jiwa mekanik sendiri. Untuk menghindari kesalahan dan kerusakan baik pada peralatan bengkel maupun kendaraan yang harus diperbaiki, seorang mekanik profesional harus teliti, cermat dan efisien dalam menggunakan peralatannya. Agar awet dan dapat menunjang pelaksanaan tugasnya, semua peralatan itu harus sel...

SISTEM SUSPENSI

Jika kendaraan melaju dengan kecepatan tertentu, maka pada saat melaju kendaraan akan menerima gaya dari pertemuan roda dengan jalan yang akibatnya timbul getaran atau goncangan. Akibat getaran ini maka secara langsung getaran atau goncangan apalagi pada jalan yang tidak rata, secara langsung akan diterima body yang membuat kendaraan tidak aman dan nyaman. Untuk mencegah agar getaran tidak secara langsung diterima body yang membuat kendaraan tidak aman dan nyaman. Untuk mencegah agar getaran tidak secara langsung diterima body maka perlu adanya suatu mekanisme yang mampu meredam getaran yang terjadi, yaitu dengan adanya sistem suspensi. Sistem suspensi adalah mekanisme yang ditempatkan antara body atau rangka dan roda-roda yang berfungsi untuk menahan kejutan-kejutan yang ditimbulkan oleh keadaan jalan dan memberikan kenikmatan mengendarai mobil. Pada umumnya suspensi tersusun dari dua bagian utama, yang semua jenis suspensi mempunyai komponen ini, yaitu pegas d...

POROS ENGKOL

Poros engkol dipasang pada engine. Fungsinya untuk mengubah gerakan translasi torak pada mekanisme kerja engine setiap siklusnya menjadi gerak rotasi (bolak-balik) melalui batang torak. Poros inilah yang menggerakan beban, baik secara langsung maupun melalui roda transmissi. Poros engkol mempunyai satu atau lebih bagian eskentrik yang dinamai engkol yang terdiri dari pena engkol dan lengan engkol. Pada poros engkol terdiri dari crank journal yang didukung oleh bantalan utama crankcase main bearing yang juga merupakan pusat putaran. Pada crankpin terpasang batang torak dan crank arm yang menghubungkan crank journal dan crankpin. Untuk mencapai keseimbangan (balance) pada putaran poros engkol maka dipasang balance weight. Bentuk poros engkol biasanya ditentukan oleh banyaknya silinder dan urutan pengapian (F.O/firing order) suatu kendaraan.