SISTEM REM

Tujuan rem dipasang pada kendaraan adalah untuk memperlambat kecepatan, menghentikan kendaraan, selain digunakan juga untuk mempertahankan kendaraan dalam keadaan berhenti. Dengan kata lain sistem rem berfungsimelakukan kontrol terhadap kecepatan kendaraan untuk menghindari kecelakaan dan merupakan alat pengaman yang berguna untuk menghentikan kendaraan secara berkala. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut di atas maka rem dipasangkan pada keempat roda kendaraan.
Semua sistem pengereman dilakukan dengan friction brake, yaitu pengereman dengan cara gesekan, sistem rem yang digunakan untuk kendaraan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
a. Aksi kerja harus tepat dan cepat.
b. Dapat bekerja dengan stabil.
c. Mempunyai daya gesekan yang cukup baik.
d. Mempunyai sifat tahan lama, serta mudah digunakan.
e. Rem itu harus diperiksa dan distel.
Rem bekerja berdasarkan pemindahan tenaga aksi pengemudi dengan perantaraan lengan atau tekanan hidrolik ke mekanisme rem, sehingga rem dapat bekerja pada keempat roda-roda kendaraan.
Mesin pada kendaraan adalah suatu bagian yang merubah tenaga panas ke tenaga mekanik, tetapi rem adalah suatu bagian yang membuat suatu perubahan tenaga dinamik menjadi tenaga panas. Bekerjanya rem dengan jalan menekan sepatu rem terhadap tromol. Sepatu rem tidak berputar dan tromol berputar bersama-sama dengan roda, sehingga akan menimbulkan gesekan. Tenaga dinamik kendaraan kemudian akan diatasi oleh gesekan dan dirubah menjadi tenaga panas, panas yang dihasilkan akan dihilangkan melalui udara. Hal ini merupakan prinsip dari rem.
Pada rem hidrolik menggunakan Hukum Pascal yang bunyinya: Bila gaya yang bekerja pada suatu penampang dari fluida, segala arah dengan sama besar. Gaya penekanan pedal rem akan dirubah menjadi tekanan fluida oleh piston dari master silinder. Tekanan ini dipindahkan ke silinder roda melalui pipa rem dan bekerja pada sepatu rem untuk menghasilkan gaya pengereman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SOAL SISTEM EFI

SISTEM PENGISIAN

SISTEM PELUMASAN